Apel P4GN di SMP Negeri 5 Banjarbaru

Apel P4GN di SMP Negeri 5 Banjarbaru

Senin, 31 Oktober 2016 bertempat di SMP Negeri 5  Kota Banjarbaru Kepala BNN Kota Banjarbaru Nor Fadillah, S.Sos menjadi pembina  pada upacara bendera yang dilaksanakan sekolah tersebut. Pada sambutannya yang diawali dengan Selengkapnya »

Himpunan Pemuda kelurahan Cempaka mengadakan kegiatan balap sepeda BMX.

Himpunan Pemuda kelurahan Cempaka mengadakan kegiatan balap sepeda BMX.

Jum’at, 27 Juni 2016 bertempat di Sircuit Bumi Hunian Asri lingkungan gang setuju Rt. 037 Kelurahan Cempaka, Himpunan Pemuda kelurahan Cempaka mengadakan kegiatan balap sepeda BMX. Lapangan yang dimodifikasi dengan tanjakan, tikungan Selengkapnya »

sosialisasi/penyuluhan tatap muka bagi masyarakat

sosialisasi/penyuluhan tatap muka bagi masyarakat

Bertempat di aula Kelurahan Landasan Ulin Selatan, warga di Kelurahan tersebut menghadiri sosialisasi/penyuluhan tatap muka bagi masyarakat.  Penyuluhan yang di gelar pada hari Rabu, 25 Mei 2016 tersebut di buka oleh Kasi Selengkapnya »

 

Apel P4GN di SMP Negeri 5 Banjarbaru

_dsc0307

Senin, 31 Oktober 2016 bertempat di SMP Negeri 5  Kota Banjarbaru Kepala BNN Kota Banjarbaru Nor Fadillah, S.Sos menjadi pembina  pada upacara bendera yang dilaksanakan sekolah tersebut. Pada sambutannya yang diawali dengan yel – yel anti Narkoba, kepala BNNK Banjarbaru memberikan semangat pada siswa / siswi untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan apalagi peredaran gelap Narkoba.  

APEL PERINGATAN HANI 2016

hani2yes

Rapat Kerja (Raker) Pemetaan Penggiat Anti Narkoba

Raker 2

Badan Narkotika Nasional Kota Banjarbaru, Rabu 4 Mei 2016 menggelar Rapat Kerja (Raker) Pemetaan Penggiat Anti Narkoba di Kelurahan Sei Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru yang diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT, RW, serta aparat dari TNI dan dari kepolisian.

Kepala BNNK Banjarbaru Nor Fadillah, S.Sos mengatakan bahwa  “ rapat kerja ini merupakan langkah BNN untuk melibatkan masyarakat sebagai penggiat anti narkoba yang diharapkan bisa menjadi motor penggerak kegiatan P4GN dilingkungannya, khususnya di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. karena narkoba ini adalah musuh bersama, maka ini menjadi tanggungjawab semua pihak untuk memeranginya.

Kedepannya kegiatan ini akan dilaksanakan di semua wilayah di kota Banjarbaru, dan setelah ini BNN Kota Banjarbaru sudah menyiapkan workshop dan kegiatan lainnya untuk pembekalan ilmu dan wawasan para penggiat anti narkoba yang ada.

Sekcam Kecamatan Cempaka Syaiful Anwar menyambut baik kegiatan tersebut, dan menyakakan bahwa pemberantasan narkoba merupakan tugas bersama bukan hanya BNN dan kepolisian saja. Pihaknya juga berharap Kecamatan Cempaka nantinya akan bebas dari narkoba, sehingga bisa menjadi contoh bagi kecamatan lainnya. (MRL)

BONUS DEMOGRAFI 2020 – 2030 TANTANGAN BAGI BNN

(oleh Mulgianto, Citra Oktora Widyawati).

Dari Tahun 2010 berbagai kalangan membicarakan tentang Bonus Demografi ( demographic Opportunity), perbincangan tersebut berdasarkan data proyeksi penduduk dan hasil sensus penduduk tahun 2010. istilah ini menjadi menarik seiring masa depan pembangunan Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar  180 juta jiwa yang produktif dan 60 juta jiwa non produktif. Proporsi tersebut menggambarkan 44 orang nonproduktif akan ditanggung oleh 100 orang produktif, beban tanggungan yang sangat rendah. Meskipun Indonesia diprediksi akan mendapatkan bonus Demografi tidak serta merta dapat menikmati limpahan penduduk usia produktif sebagai berkah. Pemerintah perlu menyiapkan kebijakan dan tindakan nyata untuk menyabut limpahan tenaga kerja yang siap untuk mengisi berbagai pasar kerja, perlu adanya peningkatan pendidikan, Pelayanan kesehatan dan peningkatan Gizi.

 

DIMANA PERAN BNN

Berdasar data prevalensi yang dirilis BNN RI yang bekerja sama dengan puslitkes UI tahun 2015 tingkat pecandu dan penyalahgunaan Narkoba adalah 2,2 %, maka  jika asumsi tingkat penyalahgunaan konstan diangka 2,2 % maka ditahun 2030 akan ada penyalahguna narkoba sebesar 6.520.912 jiwa yang akan kecanduan narkoba jika angka proyeksi penduduk di tahun 2030 sebanyak 296.405.100 jiwa (data proyeksi penduduk indonesia 2030 sumber BPS). Dengan data tinggkat penyalahguna narkoba di kalangan pekerja konstan dikisaran angka 50,34 % maka akan ada sekitar 3.282.627 pekerja yang kecanduan. Disinilah permasalahan akan muncul, karena bonus demografi yang hanya dapat dinikmati sekali dalam peradaban suatu bangsa akan mejadi musibah karena penduduk usia kerja banyak yang tidak produktif, sehingga kemajuan ekonomi yang ditopang oleh penduduk  usia kerja tak akan berhasil karena  hanya dipenuhi oleh penduduk kecanduan narkotika dan obat – obatan telarang , pada akhirnya   menjadi beban bagi negara.

Untuk itulah peran BNN dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) lebih tepat, cepat, akurat serta jelas program serta sasarannya.  Dengan program yang jelas serta terukur akan menghasilkan capaian yang maksimal serta mudah untuk evaluasi, sehingga penyempurnaan program – program yang akan datang menjadi lebih mudah.

Maka dari itu BNN perlu memfokuskan program penyadaran tentang bahaya narkotika pada kalangan anak  didik (pelajar) mulai dari usia taman kanak – kanak hingga Perguruan Tinggi, karena persentase pada tataran pelajar serta mahasiswa tingkat penyalahgunaan lebih tinggi 4,98 % dibandingkan pengangguran. Penyalahguna ditataran tidak bekerja (pengangguran) tingkat penyalahgunaannya sebesar 22,34 % sedang di kalangan pelajar dan mahasiswa sebesar 27,32 %.  Maka di bidang pendidikan inilah peran penting BNN dalam rangka mendidik serta pemahaman bahaya penyalahgunaan Narkotika bagi peseta didik lebih  intensif. Karena peran pendidikan pada masa bunus demografi ini sangat penting sebagai modal meraih banus demografi tersebut.

Adapun untuk bidang kesehatan peran penting BNN adalah mencegah para generasi penerus bangsa untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan Narkotika, apalagi sebagai bandar atau pemasok barang haram tersebut yang pada giliranya akan mengganggu pola kesehatan bagi generasi bangsa. Inilah tantangan yang harus dirumuskan kedalam konsep penanganan yang jelas, serta teruji dalam aplikasi pelaksanaan lapangannya.

Serta tidak kalah pentingnya adalah penanganan bagi yang telah terperangkap dalam jeratan narkotika, untuk rehabilitasi pemulihan fungsi kesehatan bagi seorang pecandu. Disinilah tantangan BNN yang pada giliranya akan menjadi acuan pola rehabilitasi bagi lembaga – lembaga lain yang memfokuskan dalam rehabilitasi.  Akankah BNN mampu sebagai pelopor terdepan dalam metode, teknik, acuan apapun istilahnya dalam bidang rehabilitasi, jika BNN mampu dalam dua persiapan besar dalam menyambut bonus demografi yakni Pendidikan serta kesehatan maka BNN telah berperan dalam kemajuan bangsa yang hanya dapat dinikmati sekali dalam peradaban suatu bangasa, yaitu bonus demografi 2020 – 2030. (mul1juni2016)