Monthly Archives: Juni 2016

Rapat Kerja (Raker) Pemetaan Penggiat Anti Narkoba

Raker 2

Badan Narkotika Nasional Kota Banjarbaru, Rabu 4 Mei 2016 menggelar Rapat Kerja (Raker) Pemetaan Penggiat Anti Narkoba di Kelurahan Sei Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru yang diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT, RW, serta aparat dari TNI dan dari kepolisian.

Kepala BNNK Banjarbaru Nor Fadillah, S.Sos mengatakan bahwa  “ rapat kerja ini merupakan langkah BNN untuk melibatkan masyarakat sebagai penggiat anti narkoba yang diharapkan bisa menjadi motor penggerak kegiatan P4GN dilingkungannya, khususnya di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. karena narkoba ini adalah musuh bersama, maka ini menjadi tanggungjawab semua pihak untuk memeranginya.

Kedepannya kegiatan ini akan dilaksanakan di semua wilayah di kota Banjarbaru, dan setelah ini BNN Kota Banjarbaru sudah menyiapkan workshop dan kegiatan lainnya untuk pembekalan ilmu dan wawasan para penggiat anti narkoba yang ada.

Sekcam Kecamatan Cempaka Syaiful Anwar menyambut baik kegiatan tersebut, dan menyakakan bahwa pemberantasan narkoba merupakan tugas bersama bukan hanya BNN dan kepolisian saja. Pihaknya juga berharap Kecamatan Cempaka nantinya akan bebas dari narkoba, sehingga bisa menjadi contoh bagi kecamatan lainnya. (MRL)

BONUS DEMOGRAFI 2020 – 2030 TANTANGAN BAGI BNN

(oleh Mulgianto, Citra Oktora Widyawati).

Dari Tahun 2010 berbagai kalangan membicarakan tentang Bonus Demografi ( demographic Opportunity), perbincangan tersebut berdasarkan data proyeksi penduduk dan hasil sensus penduduk tahun 2010. istilah ini menjadi menarik seiring masa depan pembangunan Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar  180 juta jiwa yang produktif dan 60 juta jiwa non produktif. Proporsi tersebut menggambarkan 44 orang nonproduktif akan ditanggung oleh 100 orang produktif, beban tanggungan yang sangat rendah. Meskipun Indonesia diprediksi akan mendapatkan bonus Demografi tidak serta merta dapat menikmati limpahan penduduk usia produktif sebagai berkah. Pemerintah perlu menyiapkan kebijakan dan tindakan nyata untuk menyabut limpahan tenaga kerja yang siap untuk mengisi berbagai pasar kerja, perlu adanya peningkatan pendidikan, Pelayanan kesehatan dan peningkatan Gizi.

 

DIMANA PERAN BNN

Berdasar data prevalensi yang dirilis BNN RI yang bekerja sama dengan puslitkes UI tahun 2015 tingkat pecandu dan penyalahgunaan Narkoba adalah 2,2 %, maka  jika asumsi tingkat penyalahgunaan konstan diangka 2,2 % maka ditahun 2030 akan ada penyalahguna narkoba sebesar 6.520.912 jiwa yang akan kecanduan narkoba jika angka proyeksi penduduk di tahun 2030 sebanyak 296.405.100 jiwa (data proyeksi penduduk indonesia 2030 sumber BPS). Dengan data tinggkat penyalahguna narkoba di kalangan pekerja konstan dikisaran angka 50,34 % maka akan ada sekitar 3.282.627 pekerja yang kecanduan. Disinilah permasalahan akan muncul, karena bonus demografi yang hanya dapat dinikmati sekali dalam peradaban suatu bangsa akan mejadi musibah karena penduduk usia kerja banyak yang tidak produktif, sehingga kemajuan ekonomi yang ditopang oleh penduduk  usia kerja tak akan berhasil karena  hanya dipenuhi oleh penduduk kecanduan narkotika dan obat – obatan telarang , pada akhirnya   menjadi beban bagi negara.

Untuk itulah peran BNN dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) lebih tepat, cepat, akurat serta jelas program serta sasarannya.  Dengan program yang jelas serta terukur akan menghasilkan capaian yang maksimal serta mudah untuk evaluasi, sehingga penyempurnaan program – program yang akan datang menjadi lebih mudah.

Maka dari itu BNN perlu memfokuskan program penyadaran tentang bahaya narkotika pada kalangan anak  didik (pelajar) mulai dari usia taman kanak – kanak hingga Perguruan Tinggi, karena persentase pada tataran pelajar serta mahasiswa tingkat penyalahgunaan lebih tinggi 4,98 % dibandingkan pengangguran. Penyalahguna ditataran tidak bekerja (pengangguran) tingkat penyalahgunaannya sebesar 22,34 % sedang di kalangan pelajar dan mahasiswa sebesar 27,32 %.  Maka di bidang pendidikan inilah peran penting BNN dalam rangka mendidik serta pemahaman bahaya penyalahgunaan Narkotika bagi peseta didik lebih  intensif. Karena peran pendidikan pada masa bunus demografi ini sangat penting sebagai modal meraih banus demografi tersebut.

Adapun untuk bidang kesehatan peran penting BNN adalah mencegah para generasi penerus bangsa untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan Narkotika, apalagi sebagai bandar atau pemasok barang haram tersebut yang pada giliranya akan mengganggu pola kesehatan bagi generasi bangsa. Inilah tantangan yang harus dirumuskan kedalam konsep penanganan yang jelas, serta teruji dalam aplikasi pelaksanaan lapangannya.

Serta tidak kalah pentingnya adalah penanganan bagi yang telah terperangkap dalam jeratan narkotika, untuk rehabilitasi pemulihan fungsi kesehatan bagi seorang pecandu. Disinilah tantangan BNN yang pada giliranya akan menjadi acuan pola rehabilitasi bagi lembaga – lembaga lain yang memfokuskan dalam rehabilitasi.  Akankah BNN mampu sebagai pelopor terdepan dalam metode, teknik, acuan apapun istilahnya dalam bidang rehabilitasi, jika BNN mampu dalam dua persiapan besar dalam menyambut bonus demografi yakni Pendidikan serta kesehatan maka BNN telah berperan dalam kemajuan bangsa yang hanya dapat dinikmati sekali dalam peradaban suatu bangasa, yaitu bonus demografi 2020 – 2030. (mul1juni2016)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Himpunan Pemuda kelurahan Cempaka mengadakan kegiatan balap sepeda BMX.

Balapa sepeda Utama2

Jum’at, 27 Juni 2016 bertempat di Sircuit Bumi Hunian Asri lingkungan gang setuju Rt. 037 Kelurahan Cempaka, Himpunan Pemuda kelurahan Cempaka mengadakan kegiatan balap sepeda BMX. Lapangan yang dimodifikasi dengan tanjakan, tikungan buatan membuat suasana balapan menjadi meriah. Kegiatan yang dilaksanakan tgl, 27 s/d 29 Mei 2016 mengambil tema “PRO GST BMX SUPER CROSS 2016”.

Tujuan kegiatan BMX cross adalah membentuk generasi muda berkualitas, berprestasi, jauh dari narkoba. Pada Kegiatan BMX cross yang dibuka oleh Sekcam Kec. Cempaka Badan Narkotika Nasional Kota Banjarbaru Memberikan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan Narkotika dan Obat – obatan daftar G. Kegiatan penyuluhan yang disampaiakan oleh Mulgianto  penyuluh Badan Narkotika Nasional Kota Banjarbaru tersebut mengangkat permasalahan tingginya penyalahgunaan  ZeBalap Sepedanit/carnophen, lem dan obat –obatan lainya di wilayah Kecamatan Cempaka.

Dalam penyuluhannya penyuluh menyampaikan penyalahgunaan obat-obatan daftar G  di Kecamatan Cempaka cukup tinggi . Berkenaan dengan hal tersebut dimohon kerjasama  semua lapisan masyarakat Kecamatan Cempaka dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan obat – obatan dimaksud.

Pada lomba balap sepeda BMX cross panitia penyelenggara membagi lomba kedalam 7 kategori , Junior, Anak – anak, Remaja, Dewasa, Bebas Campuran, Bebas mini, Wanita. Para juwara dalam loba balap sepeda BMX cross mendapatkan Piala, uang pembinaan, sesuai dengan kategori masing – masing. (Mulgi mewartakan)

sosialisasi/penyuluhan tatap muka bagi masyarakat

Sosialisasi di Kelaaaaaaa

Bertempat di aula Kelurahan Landasan Ulin Selatan, warga di Kelurahan tersebut menghadiri sosialisasi/penyuluhan tatap muka bagi masyarakat.  Penyuluhan yang di gelar pada hari Rabu, 25 Mei 2016 tersebut di buka oleh Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Kota Banjarbaru M. Khairani Nor, SE, pada kesempatan tersebut Khairani mewakili kepala BNN K Banjarbaru “ mengucapkan terima kasih pada warga Kelurahan Landasan Ulin Selatan atas kesediaannya menghadiri acara sosialisasi penyuluhan yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kota Banjarbaru”.

Pada sesi pertama penyuluhan yang di isi oleh Zalecha  membawakan materi tentang “Sangsi Hukum bagi Penyalahguna Narkotika”. Sangsi hukum telah termuat pada Undang – undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta peraturan Daerah No. 7 tahun 2014 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainya. Pada kesempatan ini peserta diajak untuk interaktif tentang pemasalahan narkotika yang ada dilingkungannya.

Pada sesi kedua penyuluh Badan Narkotika Nasional Kota Banjarbaru Mulgianto membawakan materi tentang “Peranan Ibu Rumah tangga dalam mencegah Penyalahgunaan Narkotika”. Pada kesempatan tersebut Mulgianto mengatakan “perlunya membangun komunikasi yang baik antara suami istri serta anak – anaknya, sehingga tercipta pola asuh yang tepat” karena pola asuh anak – anak di masa kini lebih rumit dibandingkan pola asuh anak di tahun 70 atau 80 an, sehingga peran kedua orang tua sangat diperlukan.sosialisasi 2 kel

Pada sesi penutup Citra Oktora penyuluh muda dari BNN Kota Banjarbaru berkenan menyampaikan materi “Hidup sehat tanpa penyalahgunaan Narkotika”, Narkotika bukanlah alat untuk menghilangkan permasalahan hidup bagi seseorang, karena narkotika menyebabkan ketergantungan yang berakibat buruk terhadapa moral dan kesehatan penyalahguna, terang Citra.  (Mulgi mewartakan)