Pelatihan Satgas Anti Narkoba Di SMA N 1 Kota Banjarbaru

Pelatihan Satgas Anti Narkoba Di SMA N 1 Kota Banjarbaru 2

Berdasarkan Laporan Survey Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia Tahun 2014, jumlah penyalahguna narkoba diperkirakan ada sebanyak 3,8 juta sampai 4,1 juta orang (current users) pada kelompok usia 10-59. Jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan adalah ganja, shabu dan ekstasi. Semua jenis narkoba tersebut amat populer dikalangan pelajar/mahasiswa, pekerja dan rumah tangga.

 

Pelatihan Satgas Anti Narkoba Di SMA N 1 Kota Banjarbaru 1

Keadaan ini tentulah sangat mengkhawatirkan, sehingga membutuhkan perhatian dari seluruh elemen baik pemerintah, swasta dan masyarakat. Kebijakan peraturan perundang-undangan tentang upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Indonesia sudah sangat kuat. Mulai dari payung hukum ditingkat atas sampai dengan ditingkat di Kabupaten/Kota. Hal yang diperlukan adalah keinginan dan kemauan semua pihak untuk sama-sama bergerak dalam satu bahasa dan satu koordinasi dalam upaya penanggulangan bahaya narkoba ini.

Sekolah adalah unsur penting yang sangat berperan dalam upaya P4GN, oleh karena itu BNN Kota Banjarbaru memandang perlu bekerjasama dengan pihak sekolah untuk melakukan upaya-upaya P4GN di lingkungan sekolah. Pada hari kamis dan jum’at tanggal 20 dan 21 Agustus 2015 bertempat di Aula SMAN 1 Banjarbaru dilaksanakan Pelatihan Satgas Anti Narkoba yang melibatkan pelajar dan perwakilan dewan guru SMAN 1 Kota Banjarbaru sebanyak 20 orang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran siswa dan guru dalam upaya upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan sekolah.
Materi yang diberikan pada kegiatan ini antara lain Kebijakan P4GN, Narkoba ditinjau dari Aspek Hukum, Wajib lapor dan Rehabilitasi, Rencana Aksi dan Pelaporan , Peran Lembaga Pendidikan dalam Upaya P4GN, RTL, Pelaporan dan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat dengan Narasumber dari BNN Kota Banjarbaru dan Polresta Banjarbaru.

Kegiatan Pelatihan Satgas Anti Narkoba ini menghasilkan Rencana Aksi yang akan dilakukan oleh masing-masing Satgas. Rencana aksi ini nantinya akan dievaluasi dengan cara setiap satgas mengirimkan laporan kegiatan yang dilakukannya secara berkala setiap bulan ke BNN Kota Banjarbaru .
Berikut beberapa rencana aksi yang dibuat oleh teman-teman anggota satgas anti narkoba di SMAN 1 Banjarbaru :

1. M. Aditya Firnanda

a. Razia tas siswa dan siswi oleh Osis dan guru.
b. Siraman rohani tentang bahya penyalahgunaan narkoba.

2. Nursyifa

a. Memajang majalah dinding yang isinya mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan dampaknya.
b. Mensosialisasikan bahaya narkoba melalui sosial media.
c. Mensosialisasikan bahaya narkoba kepada keluarga, teman dekat maupun masyarakat.

3. Marchelinda A.T.E.P

a. Memberitahu tentang bahaya narkoba pada teman-teman dekat
b. Memberitahu tentang bahaya narkoba kepada adik-adik dan keluarga.
c. Membuat video tentang bahaya narkoba dan insya Allah akan di share di instagram SMANSA atas izin Ketua Osis terlebih dahulu.
d. “Karena mamah saya kepala PAUD” maka saya akan meminta bekerjasama untuk menyebarluaskan info tentang bahaya narkoba ke orang tua murid yang lain serta guru-guru yang ada di PAUD.

4. Muhammad Nazri Madani

a. Mengadakan lomba debat tentang narkoba.
b. Mengadakan sosialisasi dengan remaja mesjid / menyampaikan informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
c. Penyebaran informasi tentang bahaya lahgun narkoba melalui sosial media.

Demikian Rencana Aksi yang dibuat oleh teman-teman Satgas Anti Narkoba di SMAN 1 Banjarbaru. Selamat atas rencana aksi yang telah dibuat, kami tunggu pelaksanaannya. Semoga sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *